Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Gandeng Organisasi Keagamaan Surabaya Buka 30 Outlet RPK

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email

Surabaya,http://kabarhits.id/

Perum Bulog terus memperluas jaringan distribusi pangan dengan merangkul masyarakat langsung. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Bulog menyalurkan bantuan modal usaha untuk membuka 30 outlet Rumah Pangan Kita (RPK) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari organisasi keagamaan di Kota Surabaya.

Acara penyerahan bantuan ini digelar di Gedung Serbaguna Kantor Perum Bulog Wilayah Jawa Timur pada Selasa (30/6/2026). Program ini dibidik untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian warga lokal.

Sebagai informasi, RPK merupakan program kemitraan resmi Perum Bulog berupa toko atau outlet milik masyarakat. Outlet binaan ini berfungsi menjual berbagai bahan pangan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, menegaskan bahwa pelibatan komunitas berbasis keagamaan ini merupakan strategi penting untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di pasar.

“Kami ingin menjangkau masyarakat lebih luas melalui jaringan distribusi berbasis komunitas keagamaan. Tujuannya jelas, untuk menjaga ketahanan pangan, stabilisasi harga, dan memastikan ketersediaan pasokan,” ujar Rahmanto.

Rahmanto memastikan dukungan Bulog tidak berhenti pasca-penyerahan modal awal. Pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan, evaluasi berkala, hingga pelatihan kewirausahaan agar bisnis para mitra bisa mandiri dan berkelanjutan.

“Setelah ini tentu akan kami evaluasi. Kami ingin memastikan program ini bukan sekadar kegiatan sekali jalan. Kami akan pantau pertumbuhannya, bagaimana repeat order-nya, dan memberikan pelatihan kewirausahaan agar usaha mereka benar-benar mampu mendorong ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Kehadiran 30 RPK baru ini diproyeksikan menjadi ujung tombak komersialisasi produk beras Bulog mulai dari kelas medium, premium, hingga beras pecah. Bulog sendiri menargetkan penguatan pasar beras secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan melalui jaringan ritel dan RPK. Saat ini, tercatat sudah ada 4.600 RPK aktif di seluruh wilayah Jawa Timur.

Langkah taktis Bulog ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menyebut sinergi ini sangat krusial dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

“UMKM adalah penggerak utama ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat seperti ini harus terus diperkuat agar pelaku usaha kecil mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi,” ungkap Endy membacakan pesan Wagub Jatim.

Pemprov Jatim berharap bantuan modal ini menjadi stimulus bagi lahirnya wirausahawan yang produktif. Warga penerima manfaat pun diminta memanfaatkan momentum ini demi mendongkrak kesejahteraan keluarga.

Ke depan, pemerintah daerah juga akan ikut mengawal dan mengevaluasi program ini agar berjalan selaras dengan program pemberdayaan UMKM milik pemerintah. Kolaborasi erat ini diharapkan mampu mempermudah akses pangan murah sekaligus membuka lapangan usaha baru yang berkelanjutan di Jawa Timur.(ryn)

Berita Terkait

Scroll to Top